Jumat, 04 Mei 2012
chemistry => laju reaksi
A. Konsep Laju Reaksi
Laju reaksi menyatakan laju
berkurangnya jumlah reaktan atau laju bertambahnya jumlah produk dalam
satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam- macam, misalnya gram, mol, atau
konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari,
ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa
larutan atau berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi
digunakan satuan konsentrasi (molaritas) (James E. Brady, 1990).
Perhatikan reaksi berikut
Reaktan
→ Produk
Pada awal reaksi, reaktan
ada dalam keadaan maksimum sedangkan produk ada dalam
keadaan minimal. Setelah reaksi berlangsung, maka produk akan mulai
terbentuk. Semakin lama produk akan semakin banyak
terbentuk, sedangkan reaktan semakin lama semakin ber- kurang. Laju
reaksi tersebut dapat digambarkan seperti pada gambar 3.3.
konsentrasi R
setiap satuan waktu, dirumuskan sebagai:
Δ[R]=perubahan konsentrasi reaktan (M)
Δt =perubahan waktu (detik)
v =laju reaksi (M detik–1)
v =laju reaksi (M detik )
Tanda (–) artinya berkurang.
Berdasarkan gambar 3.3 terlihat bahwa produk semakin bertambah, sehingga laju reaksinya adalah bertambahnya konsentrasi P setiap satuan waktu, dirumuskan sebagai:
dengan:
Δ[P] = perubahan konsentrasi reaktan (M)
Δt =
perubahan waktu (detik)
v =laju
reaksi (M detik–1)
Tanda (+)
artinya bertambah.
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Dari
hasil percobaan ternyata laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi,
luas permukaan, temperatur, dan katalis (James E. Brady, 1990).
cerpen => Harumnya Kau Gadis Desa
Harumnya Kau
Gadis Desa
“Bel
nanti kamu ikut perkemahan itu?”. Kata Mila disela-sela pelajaran biologi yang sedang
berlangsung.
“Kayaknya sih gak Mil, aku mau buat
buku-buku daur ulang lagi biar bisa aku jual”. Kataku santai kepadanya.
Aku
adalah Bella, anak desa yang mendapatkan beasiswa sekolah di SMA. Aku tinggal
di rumah kosan yang tidak begitu jauh dari sekolah. Aku memberanikan diri untuk
merantau sendiri ke kota karena aku ingin menjadi orang yang sukses dikemudian
hari. Ibu sama ayahku sangat berharap akan hal tersebut. Mereka banting tulang
untuk membiayai keluargaku di desa. Makanya aku juga berusaha mencari uang
sendiri dari barang-barang bekas yang ada. Di sekolah aku menjadi murid yang
lumayan pandai akibat dari usahaku.
Seminggu
lagi sekolahku mengadakan perkemahan dalam rangka tengah semester. Tapi
sayangnya aku tidak begitu tertarik dengan perkemahan itu. Selain karena biaya
juga pekerjaanku yang masih banyak. Hari ini Mila mengajakku ke rumahnya untuk
belajar bersama. Mila adalah sahabat terbaikku. Dia selalu ada disetiap aku
membutuhkannya. Walaupun aku bukan orang yang mampu seperti dia, tetapi dia
tetap mau mengajakku dan peduli denganku.
cerpen => Because of My Novel
“Ye, hari ini kita bakal bebas lagi dari
theorema angka-angka ga jelas itu”. Kata Fandi setelah ia mendengar staf
sekolah mengatakan bahwa Pak Adul, guru matematika disekolahku tidak bisa
mengajar hari ini. Ya beginilah anak SMA jaman sekarang kalau gurunya tidak
bisa mengajar. Semua murid-murid pergi ke luar kelas, entah mau ngecengin kakak
kelas, pergi ke kantin, ada juga yang hobinya ngegosip mulu. Dibandingin
mereka, aku lebih milih buat baca novel kesukaan ku.
“Fa kantin yuk, daripada kamu baca novel
terus, kaga bosen apa ya?!”. Tanya Kira yang bad moodnya lagi keluar.
“Ndak ah duluan aja, ceritanya masih
lagi seru-serunya nih”. Kataku yang gak bisa diganggu.
“Kaga seru kali sih kamu fa”. Gumam Kira
sambil meninggalkanku sendiri di kelas.
Itulah
aku yang tergila-gila sama yang namanya novel. Oya, namaku Efa, tepatnya sih Kleofatra.
Itu nama dikasi katanya biar aku secantik ratu mesir itu, tapi sayangnya aku
anaknya gak suka ngikutin mode yang lagi ngetren, aku lebih mending buat jadi
anak alim di sekolah dan aku gak secantik Ratu Kleofatra. Aku sekolah di SMA
ternama di bandung, aku baru kelas 1 disni. Aku paling suka sama yang namanya
novel, gara-gara novel juga aku ga begitu akrab sama temen-temen sekolahku. Aku
lebih milih baca novel daripada ngelakuin hal-hal yang gak jelas. Terkadang,
bukan terkadang lagi sih udah sering tepatnya mamah ama papah marahin aku
gara-gara baca novel aja kerjaannya. Mereka sampe ngumpetin semua novel-novelku
di rumah. Kckckc, sampe segitunya ?! Hehe.
Langganan:
Postingan (Atom)
