Sedih sepi terpaku
Menjadi seirama saat itu
Bergetar berdetak berdebar
Tak terduga begitu saja hadir
Semua seakan pergi pelan-pelan
menjauh dariku. Harapan itu hilang ketika kau mengatakan bahwa aku hanya
pelarianmu saja. Semula yang kuharapkan kau tahu apa yang kurasakan selama ini
sirna terhembus angin malam. Kau seakan menjadikanku sebuah boneka yang kau
permainkan dengan sesukamu saja. Aku tahu siapa aku, dimana seharusnya aku
berada, tetapi tidakkah kau mengerti kan perasaan yang kurasakan ini. Aku
gundah karnamu.